LOOPHOLE ACADEMY WEBINAR

Diskusi Hukum: "Kriminalisasi Ganja Medis: Harus Berapa Banyak Korban Lagi?"

Diskusi ini akan membahas isu hukum terkini mengenai penggunaan ganja medis di Indonesia.

About The Webinar

Penggunaan ganja medis di Indonesia telah terjadi beberapa kali, yang paling erat dibenak masyarakat Indonesia mungkin adalah kasus Fidelis di Sanggau, Kalimantan, yang harus kehilangan istri tercinta karena terhentinya pengobatan dengan ganja yang oleh Fidelis diklaim memperbaiki kondisi kesehatan istrinya. Fidelis sebenarnya sudah berupaya menanyakan kepada banyak pihak dan institusi negara terkait senyawa dalam ganja yang ia gunakan untuk pengobatan sang istri, sayang di Indonesia pengobatan model ini sama sekali tidak tersedia dan malah dikriminalisasi berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sampai sekarang, fakta tentang kasus Fidelis masih menjadi misteri meskipun aturan bahkan konstitusi negara sudah secara jelas menjamin pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan di Indonesia. Sayangnya, bukannya penelitian dan jaminan kesehatan yang didapat, kriminalisasi ganja untuk kebutuhan medis malah kembali memakan korban. Reynhardt Rossy, seorang pemuda di NTT sedang menunggu vonis Hakim karena menggunakan ganja guna mengobati penyakit syaraf yang dideritanya. Maka, pertanyaan utama dari masalah ini kembali mengemuka, dengan kriminalisasi penggunaan ganja medis, harus sampai kapan kah korban terus berjatuhan?


  • Pembahasan Kronologi, Fakta  dan Keadaan Kesehatan Reynhardt Rossy

  • Pembahasan terkait Perkembangan Ganja Medis secara Global dan Hak atas Kesehatan di Indonesia

  • Pembahasan terkait Analisis Hukum Pidana Keadaan Daya Paksa bagi Penggunaan Ganja Medis untuk Kesehatan

  • Harie NC Lay, SH

    Kuasa Hukum Reyndhart Rossy Siahaan

  • Dhira Narayan

    Lingkar Ganja Nusantara

  • Maria Tarigan

    Peneliti IJRS dan Anggota Koalisi Masyrakat Advokasi Narkotika untuk Kesehatan

  • , ,