Free Webinar Departemen Hukum Pidana Universitas Brawijaya

Urgensi Undang-undang Pokok Sistem Peradilan Pidana

About The Webinar

KUHAP mengadopsi prinsip Diferensiasi Fungsional yang membagi tahapan pemeriksaan acara pidana berdasarkan tiga actor utama; penyelidikan dan penyidikan oleh polisi, penuntutan oleh jaksa penuntut umum dan persidangan oleh hakim. Dengan penerapan prinsip ini dalam KUHAP, Dominus litis pra pengadilan beralih dari jaksa kepada polisi. Hakim melalui pra-peradilan pun memiliki kontrol yang lemah terhadap proses upaya paksa yang dilakukan di tahap penyidikan. Kuatnya kewenangan polisi dalam KUHAP ini dapat dipahami karena dominannya peran rezim militer Orde Baru dalam proses pembentukan KUHAP yang menginginkan kontrol penuh dalam sistem peradilan pidana (Afandi, 2019). Pasca era reformasi, beberapa kali terjadi konflik antar Lembaga Penegak hukum antara Kepolisian dengan KPK dan juga dengan Kejaksaan. RKUHAP yang rencananya akan diundangkan pada tahun 2012 lalu pun gagal salah satunya karena tensi konflik yang cukup tinggi antar Lembaga Penegak hukum.

Jika ditelusuri sebenarnya terdapat aturan yang menjembatani kewenangan antara lembaga penegak hukum. RO (Reglement op de rechterlijke Organisatie et het beleid der justitie, Stb, 1847-23 jo 1848-58) atau Undang-undang Organisasi Peradilan mengatur kewenangan lembaga penegak hukum yang saling berkaitan. Posisi jaksa sebagai magistrate dan polisi sebagai hulpmagistrate dapat kita temukan di pengaturan ini. Usaha untuk memiliki UU serupa yang menjembatani kewenangan Lembaga Penegak hukum pernah digagas pula oleh BPHN pada awal reformasi. Gagasan untuk memiliki UU pokok Sistem peradilan pidana nampaknya muncul kembali di kalangan masyarakat sipil akhir-akhir ini  saat melihat makin menguatnya ego sectoral (silo) di antara Lembaga Penegak hukum dan tidak jarang berakhir dengan konflik terbuka. Keadaan ini tentu merugikan para pencari keadilan yang berhubungan langsung dengan lembaga yang sedang berkonflik.

  • Mufatikhatul Farikhah

    Moderator

  • Fachrizal Afandi

    Narasumber

  • Erasmus A.T. Napitupilu

    Narasumber

  • Iqrak Sulhin

    Narasumber

  • Milda Istiqomah

    Narasumber

  • Leopold Sudaryono

    Narasumber

  • , ,